ARTIKEL

Mahram dan Muhrim

       “Jangan sentuh-sentuh, bukan Muhrimnya”, Kata seorang wanita yang hendak disentuh oleh seorang laki-laki. Aku tertawa kecut, Muhrim ?? Begitu orang-orang awam menyebut seseorang yang haram dinikahi. Padahal Muhrim itu berarti orang yang sedang ber-Ihram bukan orang yang haram dinikahi. Lalu Apa sebutan yang betul ?, maka guruku di pesantren mengatakan “sebutan untuk orang-orang yang haram dinikahi seperti : Ayah, Ibu, Saudara dan sebagainya itu adalah Mahram, Bukan Muhrim. Keliru orang yang mengatakan kalau Mahram itu Muhrim, Karena Mahram itu bukan Muhrim dan Muhrim berbeda dengan Mahram, meskipun berasal dari kata yang sama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s